Cara Agar Nilai Rupiah Tidak Melemah
Melakukan transaksi di dalam negeri secara normal
Sebagai
konsumen, kita tetap bisa berkontribusi dalam stabilitas ekonomi. Agus
mengatakan, pola transaksi dan konsumsi di masyarakat turut mempengaruhi
inflasi. Meskipun dalam kasus terburuk harga kebutuhan pokok akan naik
karena pelemahan kurs, selama daya beli masyarakat stabil dan baik,
harusnya tak sampai menjadi masalah. Pelemahan nilai tukar rupiah
terhadap dolar seharusnya tak sampai menimbulkan ketakutan atau
kepanikan sosial di masyarakat.
"Di
sini pemerintah harus bisa memastikan kepada masyarakat secara
keseluruhan bahwa ini sifatnya temporer," ujar Agus. "Tak perlu adanya
penundaan konsumsi akibat hal ini. Transaksi harus berjalan normal dan
semuanya diawali dari pemerintah."
Ia
menambahkan ketahanan ekonomi di Indonesia yang relatif baik bisa
dilihat dari daya beli masyarakatnya. Apalagi jelang bulan Ramadan dan
Hari Raya Idul Fitri, di mana pola konsumsi orang cenderung irasional
untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan.
Kurangi belanja barang impor
Kalau
kamu selama ini termasuk konsumtif terhadap barang-barang impor,
terutama secara online, nampaknya hal ini perlu di-rem sementara waktu.
Berhubung nilai tukar mata uang kita kian turun, otomatis barang yang
dibanderol dengan harga dolar akan makin mahal jika dikonversi ke
rupiah.
Memacu kegiatan ekspor
Kalau flow impor
menjadi lebih sulit, kondisi ini bisa digunakan untuk menaikkan nilai
jual ke luar negeri atau ekspor. Naiknya kurs dolar terhadap hampir
seluruh mata uang lainnya di dunia menyebabkan peluang industri
Indonesia dilirik pasar asing jadi lebih besar."Keadaan ini bisa
menguntungkan kalau depresiasi rupiah bisa direspons secara cepat
oleh sektor industri kita, karena ekspor yang meningkat. Mestinya harga
komoditas bisa dianggap lebih murah di mata konsumen luar negeri," ujar
Agus Eko, ekonom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat
dihubungi IDN Times, Selasa malam.
Untuk
bidang usaha kecil dan menengah, bisa juga memanfaatkan momentum ini
untuk mendorong kegiatan ekspor. Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang
meroket akan meningkatkan daya jual.
Untuk pelaku UMKM: dibanding menaikkan harga, lebih baik menekan biaya produksi
Salah
satu dampak yang mungkin timbul dari kejadian ini adalah naiknya harga
pasaran dan kebutuhan hingga ke tingkat UMKM. Terutama mereka yang
memanfaatkan bahan baku impor, baik pengimpor langsung atau tangan
kedua. Untuk menutup tingginya biaya produksi, mengatrol harga jual
seringkali dipilih jadi solusi. Padahal kenaikan harga yang tak
terkendali bisa berbuntut tingginya inflasi, sehingga keadaan ekonomi di
Indonesia makin tak stabil.
"Banyak
UMKM kita yang mengandalkan bahan baku dari sejumlah komunitas impor,
misalkan bahan tekstil atau metal. Hal ini mempengaruhi biaya produksi
yang juga naik," tutur Agus Eko. "Apalagi kalau mereka hanya bermain di
pasar domestik dan tidak bisa mendapatkan nilai exchange rate dengan ekspor."
Komentar
Posting Komentar