BERSIHKAN DIRI DAN HARTA ANDA DENGAN ZAKAT
Zakat
secara bahasa mengandung pengertian membersihkan atau mensucikan.
Artinya bahwa orang yang mengeluarkan zakat hanyalah orang-orang yang
memiliki kesucian dan kebersihan hati saja. Tidaklah mungkin orang yang
berhati bersih dan suci enggan untuk memberikan sebagian harta yang ada
padanya untuk membantu sesama manusia dalam kebaikan. Dia yakin bahwa
apa yang ada padanya baik yang berupa kekayaan, harta benda serta jiwa
raga bukanlah miliknya. Dia yakin pula bahwa semua yang ada dilangit dan
dibumi adalah milik yang maha memiliki, termasuk diri mereka. orang
yang mengeluarkan zakat itu adalah orang yang hatinya bersih dan suci
dari sifat kikir dan tamak. Kesucian dan kebersihan diri didapatkan
setelah melaksanakan kewajiban membayar zakat.
Harta
yang tidak dizakati pada hakekatnya adalah harta yang kotor dan tidak
bersih, karena mengandung rasa tidak bersyukur (berterima kasih) kepada
Allah. Hati pemiliknya begitu sempit, mementingkan diri sendiri dan
memuja harta benda, sehingga ia merasa berat untuk memberikan apa yang
seharusnya diberikan sebagai tanda rasa syukur kepada Allah SWT yang
telah memberikan kekayaan melebihi kebutuhan. Jadi zakat itu
membersihkan atau mensucikan diri seseorang dan hartanya, pahala
bertambah dan hartanya menjadi berkah.
Orang
yang hatinya kikir, tamak dan loba tidak mungkin mau mengeluarkan uang
atau hartanya untuk dibagikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan.
Dengan kata lain zakat mendidik hati untuk bersikap dermawan dan tidak
kikir untuk kemaslahatan ummat manusia. Zakat mendidik hati untuk
memiliki rasa kasih dan sayang kepada setiap makhluk.
Orang
yang tidak berzakat adalah tidak memiliki nilai guna dihadapan Allah,
karena dia telah melalaikan amanah yang diberikan Allah SWT lewat harta
kekayaannya. Orang semacam ini akan menggerogoti ajaran Islam dan pada
akhirnya akan merobohkan ajaran Islam itu sendiri. Zakat laksana sholat
yang memiliki makna dan nilai wajib bagi seorang muslim. Orang yang
tidak melaksanakan zakat laksana orang yang tidak sholat, walaupun ia
melaksanakan sholat, puasa ramadhan atau bahkan naik haji beberapa kali.
Selain tidak berguna dihadapan Allah orang yang tidak berzakat laksana
penyakit yang menggerogoti anggota tubuh manusia yang harus segera
disembuhkan secara total, bahkan kalau perlu harus diamputasi supaya
tubuh tersebut bersih dari penyakit dan tidak memungkinkan untuk kambuh
lagi.
Kataatan
seseorang dalam berzakat adalah ujian keimanan bagi seorang muslim
dalam melaksanakan ajaran Islam. Karena dalam berzakat, tidak ada aturan
yang ada dalam masyarakat secara sosial yang mengharuskan untuk
mengeluarkan zakat. Aturan yang mewajibkan berzakat adalah aturan agama.
Kalau seseorang tidak berzakat, tidak ada hukuman atau sanksi dari
masyarakat. Sanksi yang berlaku adalah sanksi perasaan berdosa. Inilah
yang dinamakan keimanan, karena ada perasaan malu untuk melanggar ajaran
dan syariat yang diperintahkan Allah SWT.
Sesungguhnya
perasaan seperti inilah yang melatih dan menjaga kebersihan hati dari
hal-hal yang dilarang Allah SWT. Ini lebih penting untuk menuntun agar
setiap manusia senantiasa membersihkan harta dengan kebersihan hatinya.

Komentar
Posting Komentar